NEW ARTICLES

contoh proposal pengembangan usaha keripik buah nuklir

Written By faisal reza on Selasa, 01 April 2014 | Selasa, April 01, 2014

Selasa, 01 April 2014



1.   LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

1.1   DATA PERUSAHAAN

1.         Nama Perusahaan
Keripik Nuklir

2.         Bidang Usaha
Industri Rumahan

3.         Jenis Produk / Jasa
Makanan Ringan keripik Buah dan Sayur

4.         Alamat Perusahaan
Jalan Turi Sleman km 17

5.         Nomor Telepon/Fax
0274999991


6.         Alamat E-mail
Keripik.nuklir@yahoo.com


7.         Bank Perusahaan
Bank Mandiri


8.         Mulai Berdiri
1 januari 2012

1.2   VISI

Menjadi Perusahaan yang mengutamakan Kesehatan Produk dan Menjadi produk yang favorit di semua kalangan

1.3   MISI

Menjadi yang terbaik dalam bisnis Keripik Buah dan sayur dan terus mencari variasi produk guna dapat terus bersaing di pasaran



1.4   STRUKTUR ORGANISASI

Pimpinan
Anggota
Anggota
Anggota

2.   ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1   PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan (Tjiptono, 2002:95). Pada bagian ini menjelaskan keseluruhan produk yang dihasilkan. Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:

A. Dimensi Produk

Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan baku buah dan sayur ini disajikan dalam bentuk keripik yang disediakan dengan berbagai varian rasa dan harga. Berikut ini adalah berbagai macam produk yang dihasilkan oleh keripik buah dan keripik sayur antara lain :

§ Keripik buah nangka

§ Keripik buah salak

§ Keripik buah mangga

§ Keripik buah nanas

§ Keripik buah pepaya

§ Keripik buah kentang

§ Keripik buah melon

§ Keripik sayur wortel

§ Keripik sayur bayam

§ Keripik sayur kacang panjang

§ Keripik sayur terung


B. Nilai/Manfaat Produk

Produk keripik buah dan keripik sayur yang ditawarkan memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan konsumen karena pengawetannya tidak menggunakan bahan kimia namun melalui radiasi yang merupakan manfaat inti dari produk keripik buah dan keripik sayur. Buah dan sayur yang diolah memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat. Produk keripik buah dan keripik sayur juga memiliki Potential Benefit (manfaat potensial) seperti menjaga lingkungan dan memperdulikan kesehatan pelanggan.



C. Kegunaan/Fungsi Produk

Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir). Keripik buah dan keripik sayur merupakan produk yang dapat dinikmati dengan berbagai pilihan rasa dan harga. Selain itu kandungan gizi keripik buah dan keripik sayur yang diproses dengan pengawetan radiasi dan alat penggoreng sistem hampa tidak jauh berbeda dengan keadaan buah segar, karena diproses dengan menggunakan suhu rendah.


KEUNGGULAN PRODUK YANG DIMILIKI

Keunggulan kompetitif produk kami antara lain :

1. Rasa yang sangat renyah dan gurih.

2. Kemasan yang ramah lingkungan.

3. Kesegaran dari buah dan sayur yang masih terasa.

4. Harga terjangkau dan sesuai dengan kantong konsumen.
5. Pengawetan menggunakan Iradiasi sehingga lebih tahan lama

 

2.2   GAMBARAN PASAR



Pada tahap ini menceritakan gambaran pasar, mulai dari gambaran pasar bisnis secara ringkas serta data penjualan beberapa tahun terakhir.

§ Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.

§ Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan proyeksi permintaan



2.3   TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU

GAMBARAN KARAKTERISTIK PEMBELI / PENGGUNA

Target pasar adalah sekelompok pembeli yang mempunyai sifat-sifat yang sama yang membuat pasar itu berdiri sendiri. Adanya sekelompok orang dengan ciri-ciri yang sama belumlah berarti mereka membentuk pasar sasaran. Hanya bila mereka mempunyai ciri-ciri yang sama sebagai pembeli, maka barulah berarti mereka membentuk suatu pasar sasaran (Situmorang, 2008).
Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Target pasar memberikan prospek yang bagus dimana penulis dapat memasarkan produk keripik buah dan keripik sayur ke beberapa tempat misalnya saja di kedai/warung, di koperasi-koperasi, bahkan dapat dipasarkan di supermarket-supermarket jika sudah memiliki izin usaha. Perusahaan yakin akan melangkah ke bisnis ini karena telah melihat target pasar sebelumnya melalui berbagai media cetak dan elektonik.
Disini penulis juga memiliki target atau segmen pasar yang dituju yaitu penduduk dari Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam segmentasi pasar, usaha ini tidak mengelompokkan siapa yang menjadi konsumen akan produk yang dihasilkan. Perusahaan yakin dengan target atau segmentasi pasar yang dituju akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjikan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini

 


3. ASPEK PRODUKSI


3.1. BAHAN BAKU DAN BAHAN PENOLONG


Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan. Bahan baku yang digunakan adalah (dihitung berdasarkan kebutuhan per bulan):












Rencana Bahan Baku Keripik Buah dan
Keripik Sayur “Nuklir”

No.
Bahan Baku
Banyak
@
Jumlah Harga
1
Minyak Goreng
50kg
10.000
500.000
2
Buah Nangka
10kg
7.000
70.000
3
Buah Salak
10kg
10.000
100.000
4
Buah Mangga
10kg
10.000
100.000
5
Buah Nanas
10kg
5.000
50.000
6
Buah Pepaya
10kg
5.000
50.000
7
Buah Kentang
10kg
6.000
60.000
8
Buah Melon
10kg
7.000
70.000
9
Sayur Wortel
10kg
5.000
50.000
10
Sayur Bayam
10kg
2.000
20.000
11
Sayur Kacang Panjang
10kg
3.000
30.000
12
Sayur Terung
10kg
3.000
30.000
13
Garam/Bumbu-bumbu
20kg
5.000
100.000


Total Rp1.230.000


3.2. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN

Baik untuk perencanaan pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.



4.   ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM)

4.1   ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA

Kompetensi adalah ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seseorang sehingga dapat dicapai performansi prima dalam suatu bidang pekerjaan. Pada indikator kompetensi karyawan, kita harus melihat tiga sisi, yaitu sisi pertumbuhan, efisiensi, dan stabilitas. Di sisi pertumbuhan, akan memantau durasi bekerja, tingkat pendidikan, dan biaya pelatihan seorang karyawan.
Selain itu tingkat turnover karyawan dan kemampuan meraih pelanggan juga bisa termonitor. Sementara itu, di sisi efisiensi, harus dilihat proporsi para professional (karyawan dengan keahlian tertentu).
Begitu juga dengan nilai tambah per karyawan dan professional serta keuntungan yang dihasilkan oleh setiap karyawan atau professional. Adapun sisi stabilitas akan terlihat dari turnover professional di sebuah perusahaan. Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan persyaratan kerja.
Karena dalam usaha ini pemilik juga merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan operasional, maka sistem penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan menerima pembagian dari laba yang didapatkan. Sehingga untuk saat ini usaha pemilik belum memerlukan tenaga kerja tambahan karena masih dapat mengelola sendiri usaha ini.






5.   RENCANA PENGEMBANGAN USAHA

5.1   RENCANA PENGEMBANGAN USAHA


Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang


Strategi Organisasi dan SDM
Dalam penerapan strategi organisasi dan sumber daya manusia (SDM) juga sangat diperhatikan karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Dengan begitu usaha keripik buah dan keripik sayur nuklir dapat berkembang lebih maju.



Strategi Marketing
Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang marketing yang akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat brosur, poster dan flyer yang akan lebih dipasarkan kepada masyarakat umum.


Strategi Keuangan
Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan didapat.

5.2   TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA

KEGIATAN
bulan ke -
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Penggunaan media sosial sebagai alat promosi dan berkomunikasi dengan pelanggan
Iklan melalui media cetak dan radio
Membuka cabang











Membeli perangkat baru untuk perbaikan kualitas produk











Pemilihan ‘Karyawan Terbaik’ untuk meningkatkan produktivitas karyawan
Penambahan karyawan











Membuka kesempatan bagi karyawan untuk berinvestasi
Penawaran kemitraan dengan investasi












6.   ANALISIS KEUANGAN


Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c. Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi (PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masyarakat golongan pengusaha kecil dan koperasi di beri kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya, berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal dari penyisihan laba BUMN. Namun untuk bisnis keripik buah dan keripik sayur ini, kami menggunakan dana dari kami sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih mudah, adapun bila membutuhkan pengembangan usaha, salah satu cara pendanaan yang tertera diatas bisa menjadi bahan pertimbangan kami.





Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

6.1   SUMBER PENDANAAN


6.2   KEBUTUHAN PEMBIAYAAN/ MODAL INVESTASI

Kebutuhan Pembiayaan / Modal Investasi
Uraian
Jumlah
a. Mesin/Peralatan
24.530.000
Jumlah
24.530.000


6.3   KETERANGAN DATA PROYEKSI PENJUALAN TAHUN PERTAMA (1)


Investasi
Rp. 40.000.000
Penggunaan Dana

§ Bahan Baku


§ Kebutuhan Investasi



















Total Penggunaan dana :


Rp.1.230.000 × 12 Bulan = Rp. 14.760.000

Rp. 24.530.000 +
Rp. 39.290.000
Arus Bas bersih
(Investasi - Penggunaan dana)
Rp. 40.000.000
Rp. 39.290.000 –
Rp. 710.000
Penjualan
1 Tahun Penjualan
60kg/Tahun × Rp 40.000/kg = 72.000.000
Pendapatan
(Arus Kas Bersih + Penjualan)
Rp. 710.000
Rp. 72.000.000 +
Rp. 72.710.000
Total Beban

§ Gaji Pimpinan

§ Gaji Anggota (3 Orang)

§ Transportasi

§ Biaya Pemeliharaan

§ Biaya Pemasaran

§  Biaya iradiasi

§ Listrik, Air

§ Biaya Administrasi Lain-lain



Rp. 500.000

RP. 1500.000

Rp 150.000

Rp. 300.000

Rp. 200.000

Rp.500.000

Rp. 100.000

Rp. 50.000 +

Rp. 3300.000








Kenaikan Investasi
(Pendapatan – Total Beban)
Pendapatan
Total Beban
Rp. 72.710.000
Rp. 3300.000 ×12 Bulan = Rp. 39.600.000-
Rp. 33.110.000
Keadaan Kas Awal
Rp. 0
Keadaan Kas Akhir
Kenaikan Investasi + Keadaan Kas awal
Rp. 33.110.000
Rp. 0 +
Rp. 33.110.000

6.4   RENCANA ARUS KAS (CASH – FLOW)

Cash-flow tahun pertama





































Cash-flow 5 tahun kedepan





7.   ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA

7.1   DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR

- Memberikan lapangan kerja bagi masyarakat yang memiliki keahlian di bidang tersebut.
-Memberikan Keuntungan kepada petani buah dan sayur terhadap cara mengembangkan hasil pertanian
-masyarakat dapat lebih mengetahui berbagai manfaat nuklir


7.2   DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

-Mengembangkan sektor ekonomi di daerah turi Sleman
-semakin boomingnya manfaat nuklir terhadap orang awam

7.3   ANALISIS RESIKO USAHA

Menggambarkan hal-hal yang mungkin mengganggu pelaksanaan investasi dan pengembalian pinjaman.
 Adanya perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
 Kenaikan harga bahan baku diatas 25%
 Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.
 Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidak stabil adalah akan terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.
 Adanya persaingan dari pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
 Kenaikan upah tenaga kerja sebesar 30%
 Penurunan Daya Beli Masyarakat
 Kerusakan mesin – mesin Peralatan






7.4 ANTISIPASI RESIKO USAHA

Menggambarkan strategi / kegiatan yang dilakukan dalam mengantisipasi dan meminimalkan resiko usaha.

§ Pembelian stock bahan baku dan bahan penolong.

§ Membuat kontrak kerja dengan tenaga kerja.

§ Menyediakan fasilitas pendukung untuk pekerja agar tetap loyal.

§ Memperluas saluran distribusi pemasaran.

 



Read More | komentar

Translate


 
Copyright © 2011. dunia kampus | dunia mahasiswa . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website